Bantul — Kegiatan Upskilling dan Sertifikasi Kompetensi dengan skema Pemandu Keselamatan Wisata Tirta (Balawista) sukses diselenggarakan melalui kolaborasi Kementerian Pariwisata, LSP Pramuwisata Indonesia (Pramindo), DPD Balawista Indonesia DIY, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul pada tanggal 30–31 Maret 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari unsur pemandu keselamatan wisata (guide) di berbagai destinasi wisata tirta di Kabupaten Bantul, meliputi wisata sungai, wisata pantai, dan wisata kolam. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan anggota Sarlimas Rescue Istimewa sebagai bagian dari penguatan kapasitas penanganan keselamatan wisata.

Pelatihan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain dari Balawista Indonesia DIY, Candra Purna Setyaka, Gigit Permana, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Hadi Kusnawan.
Pelaksanaan kegiatan terbagi menjadi dua bagian, yaitu materi ruang yang dilaksanakan di Balai Padukuhan Mancingan serta materi lapangan yang menitikberatkan pada praktik langsung penanganan keselamatan wisata tirta.
Sementara itu, uji kompetensi dilaksanakan di Pos SAR Rescue Istimewa Parangtritis. Pada tahap ini, peserta diuji secara langsung oleh asesor untuk memastikan kemampuan teknis, kesiapsiagaan, serta standar keselamatan yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata, khususnya dalam aspek keselamatan wisata tirta yang menjadi salah satu daya tarik utama di wilayah Bantul. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan para pemandu keselamatan wisata mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan sekaligus meningkatkan profesionalisme layanan pariwisata.
Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, diharapkan pengelolaan destinasi wisata tirta di Bantul semakin berkualitas, aman, dan berstandar nasional, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan serta mendukung pertumbuhan pariwisata daerah secara berkelanjutan.

