Dusun Bendo, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul dikenal sebagai salah satu sentra pengrajin mie lethek tradisional yang masih bertahan hingga kini. Mie lethek merupakan olahan berbahan dasar tepung singkong dan gaplek dengan cita rasa khas serta tekstur kenyal alami. Kuliner tradisional ini menjadi ikon Bantul yang tidak hanya digemari masyarakat lokal, tetapi juga menarik minat wisatawan yang berkunjung.

Proses pembuatan mie lethek di Dusun Bendo masih dilakukan secara manual menggunakan alat tradisional berbahan kayu dan tenaga manusia. Mulai dari penggilingan bahan baku, pengadonan, hingga pencetakan mie dilakukan tanpa mesin modern sehingga menghasilkan kualitas dan rasa yang tetap autentik. Proses pengeringan juga sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga membutuhkan ketelatenan dan kesabaran dari para pengrajin.

Keberadaan industri rumahan mie lethek memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Usaha ini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus menjaga warisan kuliner tradisional agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Permintaan pasar yang terus ada menjadi bukti bahwa mie lethek masih memiliki daya tarik kuat.
Mie lethek dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti mie goreng Jawa, mie rebus, maupun sajian berkuah tradisional. Pemerintah daerah bersama pelaku pariwisata terus mendorong promosi mie lethek sebagai potensi wisata kuliner unggulan Bantul. Diharapkan, kuliner khas Dusun Bendo ini mampu semakin dikenal luas dan menjadi daya tarik wisata berbasis kearifan lokal.
