Berita

kunjungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung

Jumat Pon, 13 November 2020 10:34 WIB 47

foto

Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul pada hari Kamis, 12 November 2020 menerima kunjungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung. 

Rombongan dari Tulungagung, dipimpin oleh Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung yang menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan adalah dalam  rangka peningkatan pemasaran dan promosi pariwisata di Kabupaten Tulungagung. 
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Guppianto Susilo, SE, MM. menyampaikan bahwa Pariwisata adalah sektor yang menjadi lokomatif pembangunan ekonomi di Bantul dengan menjadi nomor 2 penyumbang PAD terbesar. Kawasan Bantul sangat strategis sesuai denga visi dari Daerah Istimewa Yogyakarta “Among Tani Dagang Layar” yang berarti disamping mengandalkan sektor pertanian sebagai sektor unggulan, juga menempatkan Pantai Selatan Bantul sebagai halaman muka DIY untuk kegiatan ekonomi termasuk pariwisata. Dinas Pariwisata sudah mengusulkan bahwa di Pantai Selatan nantinya akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata seperti Mandalika di NTB. Kemudian di daerah Pundong tepatnya di Goa Jepang dipilih oleh Gubernur DIY akan dijadikan sebagai Puncak Penanda Keistimewaan DIY.


Dalam menunjang pemasaran dan promosi pariwisata, Bantul sudah mempunyai Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) yang menjadi partner bersama dalam mengembangkan pemasaran  pariwisata Bantul. Badan Promosi Pariwisata ini merupakan kumpulan dari mitra dan asosiasi Dinas Pariwisata. Kegiatan lain seperti Travel Dialog dan Java Promo juga dilakukan dalam membangun hubungan kerjasama dengan daerah lain.  Untuk kegiatan di dalam daerah Bantul, Dinas Pariwisata mengadakan acara Famtrip dengan influencer, blogger dan pelaku wisata di Bantul. Selain itu juga pemasaran dan promosi pariwisata Bantul dilakukan secara online melalui website Dinas Pariwisata, aplikasi Jelajah Bantul dan media sosial. 

Kepala Seksi Objek dan Daya Tarik Wisata, A. Joko Wintolo, SH. menyampaikan bahwa Untuk pembukaan destinasi wisata harus ada rekomendasi dari Dinas Pariwisata. Destinasi wisata yang dibuka sesuai dengan aturan Adaptasi Kebiasaan Baru, disyaratkan mempunyai jalinan kerjasama dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Khusus Pantai Parangtritis, telah ada posko terpadu yang dalam rangka memonitor pelaksanaan protokol kesehatan di objek wisata yang juga merupakan posko kesehatan.  Setiap Sabtu dan Minggu personil yang bertugas di posko terpadu terdiri dari lintas OPD, Polres, Kodim, unsur Muspika Kecamatan Kretek  dan asosiasi pelaku wisata/Himpunan Pramuwisata Indonesia. 

Dinas Pariwisata juga menggunakan aplikasi "visitingjogja" untuk reservasi tiket masuk objek wisata bagi pengunjung dan sekaligus untuk pendataan kunjungan wisatawan yang bisa digunakan sebagai alat tracking jika seandainya ditemukan cluster baru. 
Kepala Bidang Kapasitas, Antoni Hutagaol, ST., MT,  menambahkan bahwa Desa wisata dibantul ada 43 desa yang terbagi menjadi 3 kategori, desa wisata embrio, desa wisata berkembang dan desa wisata maju. Dalam rangka untuk mengembangkan potensi masyarakat di desa wisata,  Dinas Pariwisata membentuk beberapa forum komunikasi diantaranya forkom desa wisata, forkom pokdarwis dan forkom homestay. Kegiatan tersebut selalu dilaksanakan sebagai sarana komunikasi membahas masalah pengembangan desa wisata serta sarana memberikan motivasi kepada pelaku wisata agar lebih semangat dalam berinovasi.