Berita

Kesiapan Homestay di Desa Wisata Bantul untuk Menyambut Wisatawan

Selasa Kliwon, 6 Oktober 2020 10:34 WIB 38

foto
Pelatihan Homestay di Hotel Ros-In Gambar : IAR
Pandemi covid memberikan dampak bagi sektor pariwisata, salah satunya adalah bisnis penginapan. Namun perubahan tren pariwisata di era pandemi virus corona (covid-19) dimana wisata outdoor dan wisata alam (adventure) menjadi tujuan populer untuk perjalanan saat ini seolah memberi harapan baru bagi para pengelola homestay.
 
Peluang ini harus ditangkap oleh para pengelola homestay di Kabupaten Bantul. Pengelola harus mampu menjamin keselamatan, keselamatan dan kenyamanan wisatawan dengan mengedepankan protokol kesehatan sesuai standar Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE). 
 
 
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Antoni Hutagaol, ST, MT selaku Kepala Bidang Pengembangan kapasitas dan Ekonomi Kreatif dalam sambutan Pembukaan Pelatihan Homestay mengatakan bahwa homestay merupakan salah satu pendorong lama tinggal wisatawan di desa wisata. Pelatihan yang diselenggarakan di Ros In Hotel selama 3 (tiga) hari dari tanggal 6 – 8 Oktober 2020 ini dimaksudkan untuk memberikan bekal bagi para pengelola homestay agar dapat terus berinovasi dalam menyiapkan atraksi maupun paket yang kreatif bagi wisatawan sehingga mereka semakin betah untuk tinggal.
 
 
Sementara itu Hairullah Gazali, SE, MM dari Jogja Tourism Training Centre selaku narasumber menjelaskan bahwa pariwisata berbasis masyarakat dalam Peraturan Gubernur DIY Nomor 40 Tahun 2020  dilaksanakan melalui kelembagaan Pokdarwis dan Deswita/Kawita dimana ruang lingkup pengaturannya meliputi: kelembagaan, penjaminan mutu dan pembinaan.
 
 
Di hari terakhir pelatihan akan diagendakan study lapangan di Desa Wisata Kaki Langit dengan materi Walking Tour Desa Wisata Kaki Langit, Manajemen Homestay Desa Wisata, Persiapan, Pengolahan, dan Penyajian Makanan di Homestay serta : Layanan Housekeeping/Tata Graha di Homestay. (RAN)