Berita

Pendampingan dan Monitoring Pelaksanaan Simulasi Protokol Kesehatan/ SOP di Destinasi Wisata Bukit Panguk dan Bukit Mojo oleh Dinas Pariwisata DIY

Ahad Pon, 26 Juli 2020 19:47 WIB 58

foto

Tim Dinas Pariwisata DIY mengadakan kegiatan pendampingan dan monitoring pelaksanaan simulasi protokol kesehatan/ SOP di destinasi wisata Bukit Panguk dan Bukit Mojo, kawasan hutan Pinus Dlingo, Bantul, pada hari Jumat 24 Juli 2020. Kegiatan telah berjalan lancar mulai dari jam 09.00 sampai dengan 15.00 WIB. Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai tim pelaksana dari Dispar DIY, BPBD DIY, Diskop & UKM DIY, tim gugus covid-19 DIY, BPBD Kab. Bantul, dan Dinas Pariwisata Kab. Bantul. T. Prasetyo, H.A. dari JTTC yang ditunjuk oleh Dinas Pariwisata DIY sebagai ketua tim pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan ‘sidak’ yang bertujuan untuk mencari kesalahan pengelola dalam hal SOP yg sudah diterapkan, namun untuk melihat sampai dimana kesiapan sarana prasarana hingga Sumber Daya Manusianya guna kembali membuka destinasi wisata.

Dalam simulasi tersebut, sarana minimum yang wajib disediakan diantaranya yaitu poster himbauan protokol kesehatan covid-19, sarana cuci tangan dengan sabun, thermogun, ruang karantina, jalur akses, kerjasama dengan fasilitas kesehatan pertama/lokal, serta SOP pelayanan kepada wisatawan. Kepala Seksi Pengelolaan ODTW Dinas Pariwisata DIY Ndari Susanti, S.S.T.Par. menambahkan bahwa adanya simulasi bukan berarti menjadi lampu hijau untuk membuka destinasi wisata melainkan Pengelola wisata tetap wajib memperhatikan regulasi dan protokol yang berlaku agar tidak muncul kasus bahkan klaster baru dari dibukanya tempat wisata. Selain SOP yang sudah dibuat, Ndari Susanti juga menjelaskan bahwa wisatawan saat ini dimudahkan melalui aplikasi Visiting Jogja yang sudah dapat di download melalui AppStore maupun Playstore.

Pada aplikasi tersebut wisatawan dapat melihat data pariwisata di DIY, melakukan reservasi tiket secara online dan pembayaran non tunai guna meminimalisir kontak fisik antara pengelola dengan wisatawan. Ketua Koperasi Notowono, selaku pengelola destinasi wisata, Purwo Harsono menanggapi positif kegiatan tersebut dan sangat berterima kasih atas kepedulian pemerintah dengan adanya simulasi di kedua destinasi tersebut terutama karena dapat memicu semangat masyarakat untuk bangkit dan berjuang kembali menata perekonomian melalui pariwisata. Ke depan setelah destinasi wisata tersebut siap untuk dibuka kembali, pengelola akan terus berusaha agar dapat menerapkan protokol kesehatan sesuai yang ditentukan. Pihaknya berharap pendampingan tersebut dapat terus dilaksanakan seiring dibukanya destinasi wisata.

Kepala Bidang Kapasitas dan Ekonomi Kreatif sebagai wakil dari Dinas Pariwisata Kab. Bantul Antoni Hutagaol, ST.MT. menegaskan “Kita sudah ada Sapta Pesona, kalau kedepannya itu ada Cleanness, Healthy and Safety (CHS). Kami wanti-wanti agar diterapkan dengan ketat. Kalau belum siap ya jangan buka, karena dampaknya ke tingkat kepercayaan publik, ” tambahnya. Dari hasil evaluasi pada kegiatan simulasi pelaksanaan SOP tersebut, ketua tim pendampingan menyatakan pada dasarnya kedua destinasi dirasa sudah memenuhi standar kesiapan yang ditetapkan. Beberapa pelaksanaan protokol SOP masih bisa dibenahi dan ditambahkan sembari pendampingan terus dilakukan.