Berita

Pembukaan Gerakan "BISA" di Puncak Becici Dlingo Bantul

Rabu Wage, 22 Juli 2020 14:12 WIB 25

foto

 

Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Gerakan BISA ( Bersih, Indah, Sehat, Aman) di beberapa destinasi  di Daerah Istimewa Yogyakarta. Gerakan BISA merupakan gerakan padat karya yang bertujuan untuk meningkatkan peran pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dalam menangani dan meningkatkan kebersihan,  keindahan, kesehatan dan keamanan di destinasi wisata terutama dalam menghadapi masa adaptasi kebiasaan baru selama pandemi Covid-19.

Pembukaan Gerakan BISA diadakan di Tlogo Putri Kaliurang- Sleman, Puncak Becici-Bantul, Geosite Watu Payung-Gunung Kidul dan Pantai Glagah- Kulon Progo. Pada kesempatan tersebut, disampaikan pengarahan dan pembukaan oleh Deputi Kebijakan Strategis  Kementrian Parisata dan Ekonomi Kreatif melalui aplikasi Zoom pada hari Minggu,  19 Juli 2020. 

“Gerakan ini juga bentuk perhatian terhadap pelaku ekraf, apalagi pariwisata paling terdampak dari Covid-19. Kalau masyarakat terbiasa dengan kebiasaan baru, kita yakin pandemi akan semakin melandai,” sambutan dari Deputi Bidang Kebijakan Strategis

Kemenparekraf sudah punya protokol kesehatan sesuai arahan dari Kementerian Keehatan. Disampaikan pula bahwa Kemenparekraf akan menyiapkan sertifikat kepada destinasi yang telah menerapkan BISA dan akan membuat handbook sebagai aturan yang harus dipatuhi pelaku parekraf.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, S.Sos. menyampaikan jika ekonomi harus tetap berjalan dan pariwisata harus hidup, karena pariwisata sebagai penyangga ekonomi UMKM. Kepala Dinas Pariwisata secara simbolis menyerahkan peralatan kerja bantuan dari Kemenparekraf kepada pelaku wisata di Puncak Becici. Empat destinasi yang mendapatkan bantuan alat kebersihan yaitu Puncak Becici, Pinus Asri, Lintang Sewu dan Pinus Pengger. Gerakan BISA berlangsung selama dua hari sampai tanggal 20 Juli 2020. Pelaku wisata bersama-sama membersihkan lokasi dan menyiapkan fasilitas yang mendukung protokol kesehatan menggunakan alat bantuan dari Kemenparekraf tersebut.

Gerakan BISA diharapkan dapat menumbuhkan optimisme masyarakat untuk bersama-sama menghidupkan pariwisata di masa pandemi Covid 19 dengan penerapan protokol kesehatan.