Berita

Peninjauan Dinas Pariwisata DIY di Parangtritis Sebagai Persiapan Era New Normal

Rabu Wage, 17 Juni 2020 08:31 WIB 52

foto
Kepala Dispar DIY bersama rombongan melakukan peninnjauan di Pantai Parangtritis

Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo SH melakukan monitoring dan evaluasi di kawasan wisata Parangtritis pada Sabtu (13/6/2020). Turut serta dalam rombongan Dirut Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Junita.  Rombongan diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo S.Sos, Ketua Pokdarwis Desa Parangtritis Tri Waldiyana serta para pelaku pariwisata.

Monitoring dan evaluasi harus dilakukan sebelum objek wisata di  Daerah Istimewa Yogyakarta kembali dibuka, karena untuk membuka kembali objek wisata harus disertai dengan kesiapan yang benar sesuai dengan protokol kesehatan dan secara serentak. “Pembukaan objek wisata tidak akan dilakukan jika sarana dan prasarana, sumber daya manusia dan standar operasional pelayanan belum benar-benar siap.  Selain itu ketentuan social distancing sesuai protokol kesehatan harus diterapkan dan ditaati dengan sungguh-sungguh", kata Singgih Raharjo SH. Menurutnya, itu semua harus terpenuhi dan terlebih dahulu harus dilakukan mitigasi, sosialisasi dan antisipasi serta uji coba terlebih dahulu oleh yang berkompeten yaitu Pokdarwis, dinas pariwisata dan masyarakat sekitar obyek wisata.

Singgih Raharjo, SH beserta rombongan melakukan peninjauan ke objek wisata dan warung-warung  yang ada di lokasi. Hampir semua pintu masuk warung sudah menyediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun serta himbauan. Begitu juga penataan kursi tamu, juga sudah ditata dengan memperhatikan jaga jarak.

Diharapkan semua elemen siap, terutama SDM pengelola. Jangan sampai ketika pada saatnya nanti objek wisata dibuka atau beroperasi, ternyata belum siap dan justru akan menimbulkan kluster baru kasus corona di objek wisata.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo S.Sos menyatakan “Pembenahan objek wisata Parangtritis sudah mulai dilakukan beberapa waktu lalu hingga kini. "Sedangkan uji coba new normal diharapkan ada kesepakatan, pemahaman dan kerja bersama dari berbagai pihak", kata Kwintarto.

Para pedagang serta petugas di Parangtritis sudah mengenakan masker.  Pengunjung pun sudah dihimbau mengenakan masker. Jika tidak mengenakan masker, Singgih meminta yang bersangkutan dilarang masuk ke objek wisata.

“Pembukaan pariwisata jangan buru-buru. Kalau siap, baru dibuka. Persiapan perlu matang dan harus ada SOP yang dipedomani.  Mari jaga ikon Parangtritis termasuk dengan meningkatkan fasilitas. Jumlah kunjungan ke pantai ini terbanyak di DIY sejak beberapa tahun terakhir,” katanya.

Tri Waldiyana mengatakan, mereka sudah tiga bulan tutup dan masyarakat sudah berharap tempat wisata ini bisa dibuka. Karena secara ekonomi, masyarakat sudah mengalami kesulitan akibat tidak ada pendapatan. Padahal sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru dan musim pendaftaran sekolah.