Berita

Selama Obyek Ditutup, Setren Opak Rutin Dibersihkan

Sabtu Legi, 30 Mei 2020 11:24 WIB 275

foto
Setren Opak

Pengelola obyek wisata di Kabupaten Bantul rutin mengadakan kegiatan bersih-bersih obyek. Seperti yang dilakukan pengelola obyek wisata Setren Opak yang berada di dusun Karangploso, Sitimulyo, Piyungan Bantul  yang tutup sejak dua bulan silam sesuai dengan keputusan dari Dinas Pariwisata Bantul. Penutupan area wisata untuk mendukung efektivitas kebijakan jarak sosial atau social distancing dalam upaya memutus penyebaran virus corona.

Dalam masa penutupan pengelola tetap menjaga kebersihan Setren Opak supaya tetap terlihat bersih dan rapi, dengan harapan saat dibuka kembali tetap terawat dan layak dikunjungi wisatawan.  Setren Opak merupakan obyek wisata dengan daya tarik andalan kegiatan susur sungai dan pementasan budaya yang lokasinya tepat di pinggir sungai Opak.

Pengelola obyek wisata yang terdiri dari masyarakat sekitar bergotong royong membersihkan lokasi wisata, termasuk sungai Opak yang menjadi daya tarik utama wisata di Setren Opak selain wisata kulinernya. 

"Saat ini  kami masih tutup,  ikut surat edaran Dinas Pariwisata hingga batas waktu yang belum  ditentukan," kata Yusufa pengelola setren Opak.

Menurut Yusufa, pengelola tetap membersihkan, menjaga dan mengecek kondisi Setren Opak secara rutin. Sehingga tidak ada bagian-bagian obyek wisata yang rusak.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan penutupan obyek masih dilakukan sambil melihat perkembangan situasi terkait wabah Virus Corona atau Covid-19.

"Saya pastikan bulan Juni ini belum buka. Dan nanti sekiranya memang sudah memungkinkan, pembukaan  akan dilakukan secara serentak se DIY," ungkapnya. Kebijakan tersebut dipatuhi oleh semua pengelola obyek wuisata, karena obyek wisata satu saling terkoneksi dengan tempat wisata yang lain. Biasanya wisatawan berkunjung tidak hanya satu tempat, namun beberapa tempat.

Karenanya sesuai dengan  Surat Keputusan (SK)  Bupati Bantul, 208 destinasi dan 48 desa wisata ditutup agar tidak ada pengunjung sama sekali.

"Kendati tutup namun pengelola tetap melakukan pembersihan obyek. Juga pengelola melakukan pengecekan obyek,misal jangan sampai ada yang membahayakan pengunjung ketika pada saatnya dibuka. Seperti keropos," katanya. 

Sebelum dibuka kembali nanti, obyek wisata harus memenuhi syarat protokol kesehatan antara lain harus disediakan tempat cuci tangan yang jumlahnya memadai, pelayanan yang sesuai protokol kesehatan agar memutus rantai penularan Covid-19. 



IKM

Survey Indek Kepuasan Masyarakat : Klik Disini

 

Media Sosial

 

Pengunjung
  • Pengunjung: 3356735
  • Online: 18
  • Hari ini: 250