Berita

Kunjungan dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Ponorogo

Kamis Wage, 13 Februari 2020 08:23 WIB 96

foto

Untuk ke sekian kalinya, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menjadi jujugan dari Kabupaten/Kota lain untuk belajar mengelola destinasi wisata. Kali ini Dinas Pariwisata Bantul menerima kunjungan dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, pada Kamis, 6 Februari 2020.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul bersama Kabid Pemasaran, Kabid Pengembangan Kapasitas, Kasi Kelembagaan dan Kasi Sumber Daya Manusia menerima kunjungan tersebut.

Maksud dan tujuan kunjungan Dinas Kebudayaan Pariwisarta Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Ponorogo adalah ingin mengetahui bagaimana proses dan tata cara untuk menyelenggarakan kegiatan lomba desa wisata tersebut, mengingat tahun ini mereka akan mengadakan lomba desa wisata dengan anggaran yang sangat besar.

Sekretaris dinas menyampaikan bahwa ada banyak desa wisata di Yogyakarta yang kondisinya sudah bagus, Bantul adalah salah satunya. Masyarakat  di Bantul sekarang ini mulai banyak yang sudah sadar mengenai besarnya potensi  industri pariwisata. Pariwisata yang berkembang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Banyak warga masyarakat yang sudah terbantu dengan adanya kegiatan pariwisata di desa. Masyarakat yang dulunya mengandalkan hasil dari pertanian dengan hasil yang tidak menentu kini terbantu dengan mengelola destinasi wisata.

Kepala Bidang pengembangan Kapasitas menyampikan bahwa Dinas Pariwisata bersama dengan Pokdarwis dan Pengelola destinasi wisata membuat slogan dengan Bahasa Jawa, ”inovasi ora ono enteke, aku iso, kowe iso, Bantul iso”.  Slogan ini digunakan untuk memotivasi pelaku wisata agar semangat menciptakan inovasi-inovasi baru agar terus berkembang dan bertahan. Selain itu juga, Bidang Pengembangan Kapasitas melakukan pembinaan Pokdarwis dan Desa Wisata melalui kegiatan Forum Komunikasi (FORKOM), baik Pokdarwis maupun Desa Wisata, penguatan kelembagaan, study banding dan lomba, sebagai persiapan mengikuti lomba di tingkat provinsi maupun nasional.

Kepala seksi kelembagaan menambahkan bahwa desa wisata adalah lembaga masyarakat yang bergerak di bidang pariwisata desa. Untuk pembentukan sebuah desa wisata harus melalui Surat Keputusan dari Lurah Desa. Selanjutnya dari Kelurahan mengajukan permohonan kepada Dinas untuk melakukan pengukuhan. Kemudian dari dinas akan melakukan verifikasi apakah  desa wisata yang diajukan memenuhi kriteria sebagai desa wisata. Kriteria desa wisata itu antara lain adanya potensi wisata, SDM pengelola, sarana dan prasarana, homestay, dan paket wisata. Setelah semua kriteria terpenuhi, dinas akan mengeluarkan SK pengukuhan desa wisata. Dinas juga melakukan monitoring dan evaluasi kepada desa wisata yang sudah berdiri minimal 3 tahun untuk dilakukan klasifikasi. Klasifikasi ini dibagi menjadi 3; desa wisata rintisan/embrio, bekembang dan maju. Dengan tiga kategori klasifikasi ini, Dinas akan menentukan calon untuk maju di tingkat provinsi yang bila menang akan maju lomba tingkat nasional.

Untuk tahapan lomba sendiri yang pertama adalah menentukan kategori perlombaannya, selanjutnya menyusun jadwal lomba mulai dari rapat koordinasi, pengiriman profil, penilaian profil, dan verifikasi dilapangan. Juri yang ditunjuk untuk lomba desa wisata di Bantul adalah juri yang biasanya menjadi juri di tingkat DIY. Dengan demikian, peserta lomba diharapkan memahami apa-apa yang dinilai oleh juri. Setelah berdiskusi cukup intens,

tamu dari Ponorogo puas dengan penjelasan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul.