Berita

Sebagai ujung tombak pariwisata, pramuwisata harus semakin handal dalam memberikan informasi kepada wisatawan

Senin Wage, 5 November 2018 14:17 WIB 61

foto
KRT. Nindya Yuwono Srisuwito menyampaikan materi tentang “Sejarah Keistimewaan Yogyakarta”

Dalam rangka membekali  para anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia Kabupaten Bantul dengan informasi yang akurat agar semakin handal dalam memberikan informasi kepada wisatawan yang berkunjung ke Bantul, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menyelenggarakan acara Temu Pelaku Wisata di Rajaklana Resto pada Selasa (30/10).

Narasumber yang hadir pada kesempatan tersebut diantaranya Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Bp. Kwintarto Heru Prabowo, S.Sos tentang “Kebijakan Kepariwisataan di Kabupaten Bantul” menyampaikan  bahwa peningkatan kapasitas pelaku wisata khususnya pramuwisata di Kabupaten Bantul merupakan hal yang penting. Selanjutnya pada tahun 2019 akan diagendakan kegiatan lanjutan yang disesuaikan dengan kebutuhan para pelaku wisata tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pemasaran, Ibu Ni Nyoman Yudiriani, SET menyampaikan paparan terkait informasi potensi pariwisata di Kabupaten Bantul. Pakar Sejarah Bantul, Bapak KRT. Nindya Yuwono Srisuwito dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta lebih fokus menyampaikan materi tentang “Sejarah Keistimewaan Yogyakarta”. Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada dasarnya memiliki banyak sekali potensi wisata sejarah dan budaya. Untuk meningkatkan kompetensi tersebut, diperlukan informasi / keilmuwan tentang sejarah Yogyakarta pada umumnya dan Kabupaten Bantul pada khususnya. Materi tentang Keistimewaan Yogyakarta sebenarnya memerlukan pemaparan yang lebih panjang. Akan tetapi dengan terbatasnya waktu maka di kesempatan lain akan diagendakan dengan tema yang lebih spesifik.

Sementara narasumber “Public Speaking untuk Guiding”, Bapak Dr. Dwi Budianto dari Universitas Negeri Yogyakarta mengatakan bahwa tugas pelaku wisata adalah memberikan informasi yang benar dan akurat serta mampu menyampaikan dalam bahasa / penyajian yang menarik sehingga diperlukan suatu metode penyampaian / retorika yang sesuai dengan karakter dan kompetensinya.