Berita

SENSASI PERAHU GETHEK KALI OPAK

Rabu Pahing, 17 Januari 2018 22:51 WIB 469

foto
Perahu gethek yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan

Putusnya Jembatan Gantung yang menghubungkan Dusun Karet Pleret dengan Desa Trimulyo Jetis akibat diterjang banjir dampak Siklon Tropis Cempaka beberapa waktu lalu, ternyata memberi dampak bagi masyarakat setempat. Namun, keterbatasan infratruktur tidak sepenuhnya berdampak negatif. Di  Desa Wonokromo Pleret misalnya, keterbatasan hanyutnya fasilitas jembatan di atas Kali Opak dimanfatkan masyarakat untuk menciptakan jasa perahu “Gethek”  yang digunakan sebagai moda transportasi penyeberangan pada siang hari.

Masyarakat setempat berinisiatif membangun kembali sarana angkut yang sempat ada puluhan tahun lalu namun telah menghilang, yakni perahu gethek (perahu kayu/ bambu). Perahu gethek tersebut ternyata menjadi alternatif penyeberangan pilihan warga, yang menghubungkan Dusun Wonokromo Pleret dengan Dusun Karangwuni Trimulyo. Tidak hanya manusia bahkan sepeda dan sepeda motor pun siap diberangkatkan ala kapal penyebrangan Feri.

Tidak hanya itu, ternyata perahu gethek ini dalam perkembangannya justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Perahu yang terbuat dari kayu dan drum diciptakan secara manual dan tradisional dan dikemudikan tanpa mesin apalagi bahan bakar. Dengan beroperasi secara manual bermodalkan tenaga sendiri serta tali tambang yang dipilin dan dikaitkan dengan kuat di kedua sisi sungai yang berseberangan.

Menyeberangi Kali Opak yang berada di atas Bendungan Wonokromo dengan perahu Gethek ini tentu mempunyai sensasi yang luar biasa. Pada titik perlintasan di tengah sungai, wisatawan bisa berswafoto dengan background keindahan sungai. Bukan hanya itu saja, kita seolah dibawa flashback ke masa lampau tentang masa kejayaan nenek moyang dengan perahunya untuk mengarungi samudera. (RAN)