Berita

MUSEUM TANI JAWA INDONESIA

Rabu Pahing, 23 Maret 2016 10:00 WIB 865

foto

Tahun 1994 dan 1998 Desa Kebonagung juara I Nasional Lomba Pertanian.Selaku lurah desa, Kristya Bintara menerima penghargaan dari Presiden RI Prof. Ing.BJ.Habibie di Istana Negara.Sejak itu mulailah pemikiran dan gagasan untuk merintis Museum Tani dengan mengumpulkan alat-alat pertanian peninggalan Kerajaan Mataram Kuna.

Tahun 2001, Kebonagung mendapat kunjungan Menristek Ir. Hatta Rajasa. Melalui pengurus Desa Wisata berdirilah Museum Tani pada tanggal 26 September 2005 bertempat di  Joglo Bapak Subandi selaku Dukuh Kanten. Namun pada gempa bumi 27 Mei 2006 Museum Tani ini hancur.

Dibangun kembali oleh Kristya Bintara, dan pada 4 Mei 2007 menempati tanah Bapak Sarjono/Purwo Wiyono berdirilah Museum Tani Jawa Indonesia dengan Akte Notaris No : 01/AKN/V/07.

Museum Tani Jawa Indonesia merupakan tempat atau wadah untuk menyimpan semua peralatan pertanian tradisional sampai modern. Tujuan didirikan museum ini adalah sbb :

  • Memberitahu : sebagai pusat pengetahuan, sumber informasi, sumber ilmu budaya dan tradisi tani.
  • Melakukan : sebagai pusat dan tempat praktek kegiatan pertanian seperti membajak, tandur, ani-ani, membuat masakan tradisional serta belajar budaya dan tradisi jawa.
  • Merasakan : dengan praktek langsung, setiap orang dapat merasakan bagaimana kehidupan petani
  • Memahami : setelah mengetahui, melakukan, merasakan maka setiap orang dapat memahami perilaku budaya dari tradisi tani serta kehidupan petani yang jujur, sederhana, bersahaja, dan selalu menerima apa adanya dengan selalu bersyukur pada sang pencipta.
  • Mewarisi : dengan praktek dan merasakan betapa berat perjuangan petani maka generasi muda diharapkan mampu meneruskan perjuangan para petani untuk dapat mempertahankan kedaulatan pangan.

Museum Tani Jawa Indonesia memiliki beberapa koleksi peninggalan jaman Mataram Kuno dan peninggalan petani tempo dulu yang berasal dari batu, besi, dan kayu seperti : luku, garu, grobag, dll dengan koleksi sekitar 260 buah. Museum buka setiap hari dari jam 08.00 – 15.00 WIB. Untuk informasi :

Kristya Bintara on  085 100 865 311 / 085 100 892 762

  • Email : Museumtanijawaindonesia@gmail.com
  • http://kebonagungimogiri.blogspot.com