Berita

CANDI GAMPINGAN

Senin Legi, 1 Februari 2016 14:09 WIB 935

foto
Foto : Situs Gampingan Piyungan - A. Kuncoro Raharjo

Terletak di Dusun Gampingan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul. Ditemukan oleh Bp. Sarjono pada Juni 1995 sewaktu menggali tanah untuk membuat batu bata ditanah milik Ibu Mulyo Prawiro. Di Candi Gampingan ditemukan struktur bangunan berupa candi dari bahan batu putih. Berdasar gaya bangunan dan arca yang terdapat di candi, Candi Gampingan menunjukkan ciri abad 19 M. candi ini terletak pada ketinggian 56m dpl dengan kedalaman 120 cm dibawah permukaan tanah.

Di komplek Candi Gampingan terdapat 7 buah bangunan dari batu putih yang kondisinya tinggal sisa-sisanya. Salah satunya berukuran 4,64 x 4,65 m dan diperkirakan sebagai bangunan induk. Didalamnya ditemukan 3 buah Arca Diyani Budha Vairacana dari perunggu, Arca Jhambala dan Arca Candralakeswara dari batu andesit, 1 buah fragmen arca dari keramik, 8 buah miniatur benda emas, 1 buah cincin emas, serta fragmen-fragmen gerabah. Fragmen arca yang ditemukan di dalam sumuran candi induk terbuat dari keramik dengan glasir warna hijau berukuran tinggi 6,5cm; lebar 6,3cm; tebal 3,8 cm. Bagian arca yang ditemukan adalah kaki kanan , tangan – lengan kanan,dan memakai gelang. Diduga merupakan arca Budha Aksabhya sebagai Dhyani Buddha yang kedua. Aksbhya digambarkan   bersikap tangan  Bhumisparsamodra (untuk tangan kanan) dan Dhyanamudra (untuk tangan kiri). Dari arca-arca yang ditemukan diperkirakan Candi Gampingan merupakan Candi Budha yang menempatkan Dewa Jambhala sebagai dewa utama yang dipuja. Sedang Arca Candralakeswara yang ditemukan menunjukkan aliran tantrisme dan Budha Mahayana.