Berita

PEH CUN

Kamis Pon, 18 Juni 2015 09:37 WIB 1215

foto

PERAYAAN PEH CUN

 

Peh Cun merupakan suatu legenda dari upacara ritual sebagai  ungkapan syukur untuk hari yang penuh rahmat  dan menjadi tradisi dirayakan oleh bangsa Tionghoa sejak ribuan  tahun yang lalu di negeri China. Peh Cun disebut juga Hari Raya Twan Yang ( Duan Wu ) yang diperingati setiap tanggal 5 bulan 5 kalender Imlek.

Twan  berarti lurus, terkemuka, terang, sedang Yang  berarti positif / matahari. Jadi Twan Yang adalah saat matahari memancarkan cahaya paling keras            ( kulminasi ). Sedangkan Duan Wu  berasal dari kata Duan yang berarti  awal mula dan Wu yang berarti siang / lima.

Peh Cun berasal dari kata Peh yang berarti dayung /  merengkuh dayung dan Cun yang berarti perahu. Jadi  perayaan Peh  Cun dapat diartikan sebagai hari raya merengkuh dayung perahu. Akhirnya sering ditafsirkan sebagai festival / atraksi lomba perahu berhiaskan  ular naga ( liong ) / Festival Perahu Naga       ( Dragon Boat Festival ).

 

Berdasarkan  legenda maka pada era / Dinasti Han di Negeri China perayaan Peh Cun dupadukan dengan upacara memperingati Khut Gwan ( Qi Yuan ) seorang negarawan / menteri negara kerajaan yang berjiwa patriot, setia, jujur, dan bijaksana. Beliau  juga dikenal sebagai penyair / pujangga pada masa itu. Khut Gwan hidup pada masa Dinasti Cin ( 340 – 238 SM ) yang pada saat itu negera China terbagi  menjadi 7 negara yaitu Cee, Cho, Yan, Han, Thio, Gwi, dan Chien. Negara Chien adalah negara yang paling kuat dan agresif. Khut Gwan adalah tokoh negara yang paling  berhasil dalam menyatukan 6 negara tersebut menghadapi negara Chien.

 

Sebagai abdi negara yang jujur, setia, bijaksana, dan berjiwa  patriot Khut Gwan menjadi menteri kesayangan raja  Cho. Hal ini mengakibatkan pejabat yang lain menjadi iri dan  mulai menghasut  Raja Cho dengan berbagai fitnah. Fitnah dan hasutan tersebut  berakibat melemahnya Pemerintahan Raja Cho sampai akhirnya negara Cho berhsil dihancurkan oleh Kerajaan Chien.

Akibat kekecewaan, keputusasaan, dan kesedihan akhirnya Khut Gwan bunuh diri dengan mencebur ke sungai  / Danau Mi Lo. Penduduk yang simpati / mendukung  beliau beramai-ramai / berlomba dengan perahu berusaha  menyelamatkan beliau namun tidak berhasil dan jenasahnya tidak ditemukan.

selanjutnya oleh penduduk setiap tanggal 5 bulan  5 kalender Imlek diperingati dengan naik perahu menyusuri sungai / danau sambul melemparkan makanan tradisional China sebagai sesaji. Makanan tersebut terbuat  dari beras ketan berisi daging (  babi ) / lainnya yang  dibungkusdengan daun  bambu dan dibentuk kerucut ( segi 3 ) dan diikat dengan benang bewarna lima  yang dikenal dengan  nama  Bak Cang. Selain Bak Cang juga ada makanan  tradisional lainnya yang disebut Kue Cang namun tidak berisi daging hanya beras ketan rasanya tawar, biasanya dimakan dengan gula. Konon makanan tersebut dipercaya dapat diterima oleh arwah Khut Gwan dan karena dibungkus dengan daun bambu tidak dimakan ikan / naga.

 

Disamping itu pada hari Peh  Cun oleh sebagian masyarakat juga dipercaya suatu mitos yang unik bahwa pada saat tengah hari sekitar pukul 11.00 – 13.00 orang dapat mendirikan telur yang masih utuh ( mentah ) pada permukaan / alas yang datar. Konon hal ini terjadi karena adanya gravitasi bumi dan bulan pada posisi yang kuat.

 

Tahun ini Perayaan Peh Cun akan dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2015 mulai jam 11.00 di sekitar Pos Induk SAR Parangtritis. Berbeda dari perayaan-perayaan tahun yang lalu, tahun ini Perayaan Peh Cun akan dilaksanakan secara sederhana.