Berita

PESTA KESENIAN BALI 2015

Selasa Legi, 16 Juni 2015 13:16 WIB 645

foto

Pesta Kesenian Bali ke- 37 dibuka dengan dengan pawai kesenian di seputar Lapangan Puputan Denpasar Bali pada Sabtu, 13 JUni 2015. Pawai ini diikuti oleh utusan dari kota/kabupaten se Provinsi Bali, institusi pendidikan, dan beberapa daerah di luar Bali. Daerah yang berpartisipasi pada pawai ini antara lain Kota Blitar, Timor Leste, Kab. Kubu Perahu Lampung Barat, NTT, India, dan Kabupaten Bantul-DIY. 

Kabupaten Bantul mengirimkan 30 seniman seniwati yang tergabung di Sanggar Seni Jemparing, Bantul pimpinan Suyoto. Pada kesempatan ini menampilkan tarian Gandrung Wuyung. Tarian ini mengandung makna kasih tak sampai dan merupakan kolaborasi dari 2 tari tradisional yaitu Nini Thowong dan Reyog Wayang. Nini berarti wanita, Thowong berarti kosong.

Nini Thowong mengambarkan boneka wanita yang bisa bergerak dan berwajah putih. Tarian yang ditampilkanpun mempunyai makna sendiri yaitu mempertahankan m,artabat dan harkat wanita dari godaan pria.

Reyog Wayang menggambarkan sebuah petilan dari Epos Mahabarata yaitu Yaksa/Raksasa. Raksasa mempunyai sifat keangkaramurkaan, sombong, keji yang selalu mempermainkan dan mengoda wanita. Kolaborasi 2 tari ini terwujud sehingga menjadikan sesuatu yang dinamis yang menggambarkan menjunjung tinggi martabat dan harkat seorang wanita.