Berita

Kegiatan Penilaian Lomba Desa Wisata wilayah Kab. Bantul 2010

Sabtu Legi, 17 Juli 2010 09:05 WIB 1297

Dalam rangka mendorong perkembangan desa wisata yang ada di wilayah Propinsi DIY, diadakan kegiatan Lomba Desa Wisata yang telah dimulai sejak tahun 2009. Untuk tahun 2010 ini wilayah Kabupaten Bantul mengajukan 4 Desa Wisata (DW), yaitu DW. Manding Sabdodadi Kec. Bantul, DW. Karangtengah Kec. Imogiri, DW. Wukirsari Kec. Imogiri dan DW. Trimulyo Kec. Jetis. Hari pertama evaluasi/penilaian dilaksanakan di DW Manding Sabdodadi pada hari Rabu, 14 Juli 2010. Hari kedua pelaksanaan penilaian Desa Wisata Kab. Bantul (Kamis, 15 Juli 2010) Tim Penilai yang terdiri dari 3 orang yaitu: perwakilan dari Dinas Pariwisata Propinsi DIY, perwakilan dari DPD HPI – DIY, perwakilan dari Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) mengunjungi 3 Desa Wisata, yaitu: DW. Karangtengah, DW. Wukirsari dan DW. Trimulyo. Desa Wisata Karangtengah Kec. Imogiri Tim Penilai tiba di DW Karangtengah pukul 09.30 dengan disambut kesenian tradisional gejog lesung. Setelah sambutan dari Camat Imogiri dan Lurah Karangtengah, acara dilanjutkan dengan penilaian administratif. Pada kesempatan ini acara dihadiri oleh Camat Imogiri, Lurah Karangtengah, Muspika, pengurus Pokdarwis dan warga setempat. Penilaian administratif di sini bertujuan untuk mengetahui kebenaran dari data yang terdapat dalam buku panduan Potensi DW Karangtengah yang telah dibagikan pada Tim, meliputi; kelompok kesenian, kelompok pengrajin, agro ulat sutra, agro pertanian organik, koperasi, kuliner dan Pokdarwis. Tim Penilai kemudian melakukan kunjungan lapangan ke perkebunan jambu mete yaitu tempat budidaya ulat sutra alam dan budidaya tanaman indigovera, serta dilanjutkan kunjungan ke Sanggar Seni. Desa Wisata Wukirsari Kec. Imogiri Desa Wisata Wukirsari merupakan tempat kedua yang dievaluasi oleh Tim penilai. Rombongan tiba di gazebo Desa Wisata Wukirsari pukul 11.30 disambut dengan kesenian karawitan. Sambutan secara seremonial disampaikan oleh Lurah Wukirsari. Turut menghadiri acara ini adalah Camat Imogiri, Lurah Wukirsari, Muspika, Danramil dan Kapolsek serta warga desa Wukirsari. Acara berikutnya adalah istirahat makan siang menikmati kuliner khas Desa Wukirsari khususnya yaitu pecel kembang turi. Selanjutnya Tim melakukan penilaian dengan berinteraksi/tanya jawab dengan wakil dari masing-masing kelompok perajin maupun kelompok seni yang ada di DW Wukirsari, antara lain: perajin tatah sungging, perajin batik tulis, perajin batik pewarna alami, kelompok seni hadhroh, sholawatan dan karawitan. Untuk data-data administratif DW Wukirsari, Tim penilai dapat memperoleh rincian dari Panduan Potensi DW Wukirsari yang telah dibagikan sebelumnya. Desa Wisata Trimulyo Kec. Jetis Kunjungan terakhir adalah DW Trimulyo. Tim penilai tiba di Balai Desa Trimulyo Kec. Jetis pada pukul 13.35. pemberi sambutan adalah Lurah Trimulyo dan dilanjutkan pemaparan potensi DW Trimulyo oleh ketua Pokdarwis Trimulyo dengan bantuan penayangan audio visual. Turut menghadiri acara penilaian, Camat Jetis, Lurah Trimulyo, pengurus Pokdarwis Trimulyo, pengurus Pokdarwis Puton, Muspika jajarannya. Pada kesempatan tersebut tim penilai memberikan beberapa masukan bagi DW Trimulyo, di antaranya oleh Drs. Joko Purwanggono (DPD HPI Prop. DIY) yang menyampaikan hal-hal sebagai berikut: - potensi yang ada harus dikemas semenarik mungkin agar dapat bernilai jual bagi wisatawan - program pengembangan desa wisata hendaknya melibatkan seluruh komponen masyarakat desa - sebagai contoh dikemukakan satu desa wisata di daerah Sumatera, di mana seluruh kegiatan desa wisata tersebut dikelola oleh koperasi desa, sehingga pada akhirnya SHU dari koperasi tersebut dapat dinikmati okeh seluruh warga masyarakat - hendaknya warga suatu desa wisata tetap menjaga ciri ke”desa”annya dan tidak tampak adanya pengaruh modernisasi yang mencolok, sehingga wisatawan dapat benar-benar menemukan suasana alami desa wisata tersebut. Sebagai acara terakhir adalah kunjungan lapangan ke 3 lokasi, yaitu ke lokasi homestay, Dusun Puton untuk menikmati kegiatan wisata air (berperahu naga) dan ke obyek wisata Watu Ngelak (pemancingan dan kuliner). Secara keseluruhan dari kegiatan evaluasi/penilaian desa wisata yang telah dilakukan selama dua hari di wilayah Kabupaten Bantul, Tim Penilai menyampaikan bahwa masing-masing desa wisata masih harus memberikan perhatian khusus dalam hal penyusunan paket wisata dan pengemasan produk unggulannya sehingga menambah nilai jual dalam mempromosikan desa wisata tersebut.