Berita

"WIWITAN" DI SANGGAR ANAK ALAM

Senin Legi, 23 Maret 2015 08:07 WIB 1161

foto

Wiwit adalah sebuah tradisiyang hidup dalam akar budaya masyarakat Jawa sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang telah tiba dengan ritual mboyong Dewi Sri sebagai simbolisasi dewi padi, Dewi Kesuburan. Melalui ubarampe yang terdiri dari berbagai jenis tumbuhan dan jajanan pasar. Filosofi tradisi wiwit secara batiniah adalah menjaga hubungan manusia dengan yang Maha Kuasa sang pemberi kehidupan melalui kekayaan alam yang melimpah yang semestinya diolah dengan tata kelola yang benar. Sementara secara lahiriah "wiwit" diartikan sebagai penjaga ketahanan pangan melalui budidaya petani dalam mengolah lahan pertaniannya. Karena sejatinya wiwit adalah mengambil padi yang sudah tua, untuk disimpan dan kelak digunakan sebagai benih di masa tanam yang akan datang.

Sebagai tradisi yang hidup di tengah masyarakat agraris Jawa, wiwit merupakan kearifan lokal yang memiliki nilai-nilai luhur budaya bangsa karena memiliki ajaran tentang keseimbangan hidup antara manusia dengan alam.

Perkumpulan Sanggar Anak Alam, Nitiprayan, Ngestiharjo, Bantul mencoba menghidupkan  keembali tradisi wiwit tersebut dengan mengadakan Pesta Panen Wiwit yang diadakan Rabu, 18 Maret 2015 jam 09.00 - 11.00 dilanjutkan dengan bazar, pasar pangan dan pertanian, serta pentas ekspresi. Sementara Selasa 17 Maret 2015 diadakan sarasehan budaya dengan tema " Mengali Filosofi dan Relevansi Tradisi Wiwit " dengan pembicara Bp. Haryanto dari Komunitas Kyai Kanjeng serta Bp. Parjoyo dari PPPG Kesenian.