Berita

Wisata Religi, Wisata Syar’i dan Umroh di Tanah Suci

Senin Wage, 5 Januari 2015 07:56 WIB 1389

Perjalanan suci yang diizinkan oleh Allah SWT melalui sunnah Rasulullah Muhammad SAW yang dengan istilah populer adalah melaksanakan ibadah Umroh atau melaksanakan ibadah suci ke Baitullah di bumi Mekkah, tepatnya di Masjidil Haram dan di Masjidil Nabawi Madinatul Munawarah yang membanggakan penulis selaku peserta maupun selaku anggota WNI dalam sebuah NKRI menikmati perjalan tersebut dengan pesawat kebanggaan NKRI, tepatnya melalui penerbangan Garuda Indonesia AirLines pulang-pergi Jakarta-Jeddah.

               

                Kebanggaan kedua nama besar founding father RI di sana Dr. Ir. H. Sukarno sangat populis sebab ada prasasti istimewa semasa beliau mengemban amanah presiden pertama RI menancapkan program penghijauan di tanah suci itu. Artinya semua pepohonan yang membuat para jamaah Haji dan Umroh terbelalak dengan pepohonan dan tetumbuhan dari tanah air Indonesia, demikian itu sejarah singkatnya. Mengingat memang sesungguhnya bumi Arab itu terkenal gersang dan tandus.

               

                Kebanggaan ketiga Alhamdulillah seluruh ibadah sunnah dan wajib Umroh di Masjidil Nabawi maupun di Masjidil Haram telah terlampaui berkat pertolongan yang diberikan Sang Pencipta kepada kami sebagai insan Tuhan ciptaan-Nya yang tak berdaya kecuali Lahawla Walakuata Illabila. Sholat berjamaah di Masjid Nabawi 99% mampu dilakukan dilengkapi dengan do’a dzikir sholat Tahiyatul Masjid, sholat Syukur Wudhu, sholat Taubat, sholat Mutlak, sholat Hajad di tempat-tempat ijabah, semisal ditempat makam Rasul, di tempat Raudoh, dan tempat-tempat sejenisnya, diberi kesempatan pula membaca Al Quranulkarim, semisal suratul Yaasin lengkap, surat Al-Muluk, suratul Ar-Rohman lengkap, suratul Waki’ah lengkap, suratul Tabarak lengkap, dan juz ‘ama; juz 30 dari Al Quranulkarim, masih mampu dengan segala format amaliah dzikir dan doa lainnya sebagai tanda memang membutuhkan pertolongan dari Tuhan yang Maha Esa, Tuhan Maha Tunggal, pencipta dari segala pencipta dan juga mampu dan dimampukan untuk berinfak sodhakoh maupun mendoakan sesama umat Islam diantaranya; jamaah Al Komar, keluarga besar Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Nganjuk Jawa Timur, keluarga besar Pondok Pesantren Turen Malang Jawa Timur, jamaah Tarekoh Naksabandi Alhakkani, jamaah pengajian Dzikir Tawakal, jamaah Dziklur Ghofilin, jamaah Mantab Purbojati, jamaah Arminareka Perdana, komunitas dan rakyat Semende, bahkan kelompok Dzikir Sabtu Sore dan kelompok Dzikir Ahad Legi, maupun pengajian rutin di Masjid Agung Manunggal Kabupaten Bantul. Itulah garis besar kegiatan ritual di masjid kebanggaan umat Muhammad SAW, Allahu akbar Walillaa Ilham.

 

                Kebanggan keempat kenikmatan lebih optimal tentang kenikmatan fisikli dan rohani sebab mampu dan dimampukan untuk Tawaf dan Sya’i, termasuk di dalamnya melaksanakan sholat jamaah lima waktu membaca Kitabullah dan membaca Kalamullah rutin mengikuti jejak adat kebiasaan tamu-tamu Allah di Masjidil Haram Mekkah Almukaramah. Pelaksanaan Tawaf dan Sya’i sangat optimal karena mampu mencium Hijir Ismail sholat sunah di Hijir Ismail mampu mecium telapak kaki Nabi Ibrahim dan juga mampu mencium Ka’bah beberapa kali hampir disetiap sujudnya sebagai hormat kepada Nabi Ismail, Ibrahim dan Muhammad SAW. Bahkan saat di Hijir Ismail berjumpa dengan saudara yang memperkenalkan diriku ke Pondok Pesantren Almujahadah Lempuyangan sekaligus memperkenalkan diriku ke Majelis Sema’an Al Quran dan Mujahadah Akbar Mantab Purbojati yang dikomandani oleh KH. Ahmad Daldiri dengan Mursyidnya KH. Gusmiek. Dan alhamulillah juga mampu dan dimampukan Allah SWT membadalkan umroh bagi orang yang paling berjasa untuk walkodri yaitu kedua orangtua saya Almh. Ranimah binti Mastari dan Alm. Ayahanda Maderi bin Setaf bin Semadar bin Sulaimandasar bin Samsudin. Pada akhirnya juga mampu Umroh Wadak, baru disela-sela itu mampu sholat jamaah Jumat dan mampu melihat dari dekat fakta sejarah Jabal Uhud, Jabal Rahmah, terowongan Mina, Padang Arafah, masjid lainnya seperti Masjid Terapung di pinggir Sungai Nil atau Laut Merah.

 

                Puncak dari ibadah Umroh 2014 tersebut adalah melaksanakan Tahalul, mencukur rambut atau memotong rambut minimal tiga helai rambut. Tetapi khusus untuk Walkodri melalukan Tahalul khusus botak diatas ubun-bun sebagi cerminan kepatuhan dengan imbalan sebanyak rambut yang dipotong, sebanyak itu pula jumlah penyakit yang dicabut Allah dan jumlah dosa yang diampuni Allah dan janji Allah adalah haq adanya amin Allahuma amin. Semua jamaah Umroh program paket 9 hari menyatakan diri dan berniat untuk kembali umroh 2015 dan janji Allah akan mengganti seluruh biaya yang dikeluarkan dan diinfak sodakohkan minimal 10x lipat. Untuk Walkodri berjanji bermohon kepada Allah akan kembali umroh pada bulan April/Mei dengan seluruh anggota keluarga, inshaAllah, Allah mengijabahi. Terimakasih ya Allah, Alhamdulillahirabbilalamin engkau telah memberi kesempatan padaku untuk menikmati salah satu kenikmatan ibadah fisik dan ibadah rohani, itu semua cerminan dari Quran suci surat Ad Duha 11, atau Ad Duha ayat terakhir, wa amma binikmatika rabbika fahadis, sebagai cerminan syukur dan selalu bersyukur kepada sang pemberi kehidupan dan kenikmatan dan tiada lain Allah SWT itu sendiri, aamin ya Allah ya Rabbal ‘alamin.

 

                Apresiasi dan hormat kepada para senior yang telah memotivasi dan mendorong terselenggaranya tugas suci dan tujuan suci Keesaan kepada Allah SWT,hal yang sama kepada keluarga besar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul, tak terkecuali untuk istri dan anak-anakku yang di dalamnya cucuku Muhammad Aqila Hagan dan menantuku Mirza. Allahu Akbar. Alhamdulillahirobbil’alamin. Semoga bermanfaat untuk masa kini dan yang akan datang. (WALKODRI).