Berita

LAWATAN SEJARAH

Senin Pahing, 15 September 2014 08:22 WIB 1195

foto

LAWATAN SEJARAH

 

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bantul, Rabu, 10 September 2014 mengadakan Kegiatan Lawatan Sejarah. Kegiatan ini diikuti 140 murid dan guru perwakilan SD – SMA/ sederajat sekolah dengan mengunjungi 4 museum yang berada di  Kabupaten Bantul.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan keberadaan museum di Kabupaten Bantul  sehingga merasa bangga memiliki, mau merawat,  menjaga, dan melestarikannya. Juga dimaksudkan supaya bisa berkomunikasi dengan barang-benda yang ada di dalam museum yang akhirnya diharapkan museum bisa menjadi laboratorium kebudayaan.

 

Tempat yang pertama dikunjungi adalah Museum Tani Jawa Indonesia. Museum ini berada di Desa Wisata Candran, Kebonagung, Imogiri. Disini peserta diterima oleh  Bp. Kristyo Bintoro selaku ketua pengelola desa wisata dan museum.  Dijelaskan bahwa Museum Tani Jawa Indonesia didirikan dengan tujuan :

  • Memberitahu : sebagai pusat pengetahuan, budaya, dan tradisi tani
  • Melakukan : sebagai tempat praktek kegiatan pertanian
  • Merasakan : tempat merasakan kehidupan petani
  • Memahami : diharapkan orang dapat memahami perilaku budaya dan tradisi tani
  • Mewarisi : diharapkan semangat petani diwarisi kaum muda untuk mempertahankan kedaulatan pangan

Koleksi yang ada di museum ini adalah peralatan pertanian seperti luku, garu, alat petik padi, dll. Jumlah koleksinya sekitar 260 buah.

 

Dari sini peserta melanjutkan perjalanan ketempat kedua dengan mengunjungi Museum Batik Ciptowening. Museum ini berada di Ketandan Tengah, Wukirsari, Imogiri. Disini peserta diterima oleh Ibu Suliantoro Sulaiman selaku penggiat dan pemerhati batik nusantara. Beliau menceritakan sejarah batik nusantara terutama Jogja.

Museum Batik Ciptowening didirikan untuk melestarikan batik-batik kuna asal Bantul, Jogja, dan sekitarnya. Koleksi batiknya mencapai 300 buah dengan aneka motif diantaranya lereng, sidomukti, sidoluhur, dan wahyu tumurun.  

 

Perjalanan dilanjutkan ke Museum Wayang Kekayon sebagai tempat tujuan ketiga. Museum ini terletak di Jl. Wonosari No 277, Mantub, Baturetno, Banguntapan. Disini peserta lawatan diterima oleh Bp. RM. Donny Megananda. Beliau adalah pemilik sekaligus pengelola museum. Museum Wayang Kekayon memiliki koleksi lebih dari 6000 buah dari 40 jenis lebih wayang. Koleksi tertua berupa Wayang Golek Thengul berusia 250 yang berasal dari Jepara. Koleksi masterpiece Museum Wayang Kekayon adalah 100 Wayang Kurawa lengkap dan Wayang Korelasi Zodiak.

 

Tujuan terakhir dari Lawatan Sejarah tahun ini adalah Museum Tembi Rumah Budaya, yang terletak di Timbulharjo, Sewon.  Disini peserta diterima oleh Bp. Suwandi, staf museum.

Museum ini mempunyai koleksi  sekitar 1200 buah yang terdiri dari alat-alat pertanian-perikanan, dolanan anak, senjata, gamelan, wayang, naskah, dll.