Berita

Inisiasi Peraturan Terkait Ijin Reklamasi Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil

Rabu Kliwon, 21 Mei 2014 09:11 WIB 1153

Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Bantul menghadiri acara Inisiasi Peraturan Terkait Ijin Reklamasi Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil pada hari Selasa (20/5) bertempat di Di Grand Zuri Hotel Jl. P Mangkubumi no. 18 Yogyakarta. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kelautan & Perikanan DIY. Beberapa hal yang penting untuk ditindak lanjuti Pemda Bantul, sebagai berikut : 1. Acara pembukaan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY diwakili bapak Harmanto. Sebab kepala dinas ke Jawa Barat, study banding bersama DPRD DIY sesuai TUPOKSI. Dalam paparan / sambutan beliau bapak Harmanto menyampaikan keterpaduan , semua sektor, semua lini, kemitraan, serta keterlibatan tokoh masyarakat dan LSM, dipandang penting dan strategis untuk tercapainya tujuan mulia diatas. 2. Ibu Ir. Elvita Rison, MM ( Iibu Inet ) Kasubdit Reklamasi Pesisir mewakili direktur Reklamasi Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Terkecil Kementrian Kelautan RI. Arahan dan sambutannya sebagai berikut : - Kewenagan ijin untuk perijinan 25 hektar kewenagannya adalah ditangan Bupati dan Gubernur . - Reklamasi adalah sangat bermanfaat sebagai perlindungan masyarakat pesisir, lahan lebih baik dan tertata, maka perhatikanlah sumber- sumber reklamasi tersebut, rencana donasinya. - Perda DIY tentang hal ini sudah ada yaitu perda no 16 / 2011. Namun kabupaten yang mempunyai pantai atau pesisr secara resmi belum ada perdanya. Artinya belum ada tindak lanjut. - Maka dari itu Kabupaten Bantul segeralah membentuk / memproses/ memperjuangkan RAPERDA sebagai turunan Perda DIY no. 16 / 2011 untuk menjadi perda Zonasi Kab.Bantul. 3. Bedasarkan informasi dan data bahwa sudah tercatat di dinas Kelautan dan Perikanan DIY bahwa nelayan budidaya perikanan darat / petani udang galah sudah mencapai angka 179 kelompok per minggu pertama ( 5 Mey 2014 ), artinya Pemda Bantul harus menata untuk kebaikan bersama. 4. Bapak Prof. Bambang Triatmojo dari fakultas teknik UGM. Menyatakan bahwa peluang dan tantangan reklamasi di DIY belum mendesak dari kacamata Sains, Teknis, dan Dana. Tegas dinyatakan belum perlu, buatkanlah dulu tata ruangnya, diatur agar dapat iklim baru sesuai koridor yang ada di NKRI .