Berita

Workshop Bedah Desa Wisata di Kabupaten Bantul

Rabu Legi, 2 April 2014 14:32 WIB 812

Perkembangan kepariwisataan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya dan di Kabupaten Bantul pada khususnya terjadi peningkatan yang sangat pesat. Hal ini dapat terlihat dari perkembangan jumlah akomodasi, transportasi, obyek wisata dan desa wisata. Perkembangan sektor pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan lapangan pekerjaan, sehingga banyak tenaga kerja yang terserap di bidang industri pariwisata. Selain itu dengan pengembangan pariwisata dapat menumbuhkan industri pendukung yang lain, dengan kata lain pariwisata dapat menjadi pendorong perkembangan ekonomi daerah. Untuk mengembangkan sektor pariwisata memerlukan upaya bersama dari seluruh komponen di daerah termasuk dengan pihak swasta. Salah satu pendukung perkembangan pariwisata yang ada di Kabupaten Bantul adalah desa wisata. Saat ini desa wisata yang ada di Kabupaten Bantul sejumlah 35 desa wisata, dari angka tersebut baru beberapa desa yang telah mandiri. Hal ini disebabkan karena beberapa hal diantaranya adalah sumber daya manusia pengelola desa wisata dan persepsi tentang desa wisata. Sehubungan dengan hal tersebut perlu dilakukan upaya-upaya untuk lebih meningkatkan kualitas desa wisata dan mempunyai daya jual sehingga dapat lebih berperan dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Bantul dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan latar belakang tersebut diatas maka Dinas kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Bantul telah melaksanakan Workshop Bedah Desa Wisata yang dilaksanakan pada hari Rabu & Kamis tanggal 26-27 Maret 2014 di Omah Kampung, Jl. Bantul Km 8 Bantul. Menurut kepala seksi kemitraan & usaha Disbudpar Bantul, Ni Nyoman Yudiriani, SET diruang kerjanya, kegiatan workshop ini bertujuan untuk : 1. Menyamakan persepsi mengenai pengelolaan desa wisata diantara pemangku kepentingan 2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola desa wisata 3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat & pengentasan kemiskinan 4. Meningkatkan peran serta pemangku kepentingan dalam pengembangan desa wisata. 5. Memperoleh masukan dari pengelola desa wisata berkaitan dengan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan desa wisata. 6. Memperoleh masukan dari pelaku wisata (travel agent, pemandu wisata dll). Masih menurut Ni Nyoman, narasumber di workshop ini adalah : 1. Drs.H. Idham Samawi (Mantan Bupati Bantul yang juga sebagai pemerhati Desa Wisata di Kabupaten Bantul. Beliau juga merupakan seorang tokoh media hingga saat ini masih aktif di Harian Kedaulatan Rakyat, sebuah harian legendaris di Yogyakarta). 2. Drs. Bambang Legowo, M.Si (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantul). 3. Drs. G. Djoko Purwanggono (Pelaku wisata dibidang Tour Planing dan Guiding, pernah menjabat sebagai Ketua HPI dan saat ini merupakan penasehat dari DPD HPI DIY. Aktif mengajar di Sekolah Vokasi UGM , Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid). 4. Destha Titi Harjana, S.Sos. M.Si (Pusat Studi Pariwisata UGM). 5. Bachroni (Ketua pengelola Desa Wisata Kebon Agung Imogiri Kabupaten Bantul. Kebon Agung yang luluh lantak karena gempa buni 2006, dan berbagai masalah muncul karenanya. Berkat kegigihan dalam mengelola desanya maka Kebon Agung dapat bangkit dan terus berkembang hingga pernah meraih Juara II Desa Wisata Tingkat Nasional). Sedangkan pesertanya adalah Pengelola desa wisata, Pokdarwis, Pemangku kepentingan dalam pengembangan desa wisata ( pelaku & asosiasi pariwisata, dinas instansi terkait ),Perguruan tinggi & Media massa. Pada hari kedua acara dilanjutkan kunjungan lapangan di Desa Wisata Wukirsari, Desa wisata Wunut dan Desa Wisata Kebonagung Imogiri.