Berita

SARASEHAN SENI BUDAYA

Kamis Pahing, 27 Februari 2014 07:55 WIB 1053

Minggu, 23 Februari 2014, bertempat di Joglo Broto Sudarmo, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bantul menyelenggarakan Sarasehan Seni Budaya denagn tema “ Prospek Seni Budaya dalam Pelaksanaan Undnag-Undang Keistimewaan, Strategi dan Sistem Pemberdayaan “. Sarasehan ini dihadiri sekitar 125 pelaku dan pemerhati seni budaya di Kabupaten Bantul dengan nara sumber : 1. Drs. Bambang Legowo, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Bantul 2. Dr. Sumaryono, Dewan Kesenian Bantul 3. Slamet HS, Forum Komunikasi Ketoprak Bantul “Dalam era modern serba digital sekarang ini mampukah ketoprak, reyog, wayang uwong/kulit, dan seni budaya tradisional lainnya bertahan?” ungkap Bambang Legowo. “Dinas Kebudayaan dan Pariwista Kabupaten Bantul membina sekaligus menyemangati pelaku seni dengan menyelenggarakan festival-festival, salah satunya Festival Parangtritis” lanjut Bambang Legowo. Dr. Sumaryono mengungkapkan : “ Keistimewaan DIY tidaklah terbit secara tiba-tiba, melalui proses yang sangat panjang. Mestinya kita memahami bahwa lahirnya UU No 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY bukanlah sesuatu yang ‘ujug-ujug’ / ‘mak bedunduk’ “. “ Anggaran khusus dari Pemerintah Pusat untuk DIY yang kemudian dikenal sebagai DANAIS, sebagai konsekuensi adanya UU Keistimewaan tidak tepat bila diartikan ‘durian runtuh’ atau ‘rejeki nomplok’. Justru harusnya menjadi semangat bagi para pelaku, pemerhati, dan pengiat seni budaya di DIY khusunya di Bantul untuk bergandengan tangan memajukan kebudayaan”, lanjut Sumaryono.