Berita

Menparekraf: Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Menjanjikan Kabar Baik

Jumat Pahing, 3 Januari 2014 07:55 WIB 1157

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyatakan bahwa sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masih menjanjikan prospeknya di masa mendatang terhadap pertumbuhan ekonomi tanah air. Berdasarkan data, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tahun ini akan mencapai 8.637.275 wisman dengan pertumbuhan sebesar 7,37%, dibandingkan tahun 2012 sebanyak 8,04 juta wisman. Tentunya, hal ini merupakan kabar baik bagi dunia pariwisata dan ekonomi kreatif. Artinya, sektor ini berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Tahun ini merupakan tahun dimana kita semua bekerja keras sehingga memberikan kontribusi bagi dunia pariwisata dan ekonomi kreatif. Sejauh ini, pencapaian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terus menunjukan prestasi,” jelas Menparekraf, Mari Elka Pangestu pada Jumpa Pers Akhir Tahun 2013 di Gedung Sapta Pesona, 24 Desember 2013. Bicara perkembangan sektor pariwisata, Menparekraf mengumumkan sejumlah data yang mendukung, antara lain : penerimanaan PDB dari pariwisata pada tahun 2013 mencapai Rp347,35 triliun, serta kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB yang mencapai Rp641, 82 triliun. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif tercatat sebanyak 11,87 juta orang (10,72%). Berdasarkan hasil studi terbaru UNWTO dan WTTC yang menyebutkan bahwa upaya fasilitasi visa akan berdampak pada tambahan 2,6 juta lapangan kerja di kawasan ekonomi APEC ditambah dengan estimasi devisa sebesar US$89 miliar yang dihasilkan dari tambahan 57 juta wisman yang berkunjung ke negara-negara APEC. Ditambahkan dengan penambahan penerbangan langsung dan penambahan infrastruktur di daerah-daerah, maka akan berdampak pada meningkatnya konektivitas yang akan berdampak positif pada pergerakan kunjungan wisman dan wisnus. “Penerbangan langsung yang sudah mulai diberlakukan cukup membantu promosi pariwisata, misalnya penerbangan langsung yang diberlakukan dari Jakarta menuju Labuan Bajo. Hal ini tentunya memudahkan promosi pariwisata Beyond Bali yang selama ini kami giatkan,” imbuh Menparekraf. Terkait pengembangan sektor pariwisata, Kemenparekraf terus melakukan program pengembangan Desa Wisata, dimana desa-desa ysng terpilih diberikan fasilitasi dan binaan untuk mengelola suatu produk wisata agar dapat menjadi keunggulan desa tersebut. Sampai saat ini Desa Wisata yang telah dikembangkan berjumlah lebih dari 100 ribu. “Tahun depan, penataan Desa Wisata akan terus diperbaiki terutama secara kualitas. Kuncinya adalah fasilitasi yang terus dilakukan secara konsisten. Ke depan, kami juga akan mengembangkan paket Wisata Syariah,” jelas Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata. Sementara itu, mewakili kalangan stakeholder, Yanti Sukamdani selaku ketua DPP PHRI dan BPPI menyatakan bahwa terjadi peningkatan hunian hotel dari tahun lalu yakni menjadi 69% dengan jumlah rate mencapai Rp1.074.000,- sementara itu, kota dengan tingkat hunian terbanyak adalah Bali dengan tingkat hunian sebesar 90% dan Jakarta sebesar 60%. “Menghadapi tahun depan yang adalah tahun politik, kami memperkirakan jumlah hunian hotel akan terus meningkat terkait dengan aktivitas politk. Selain itu, peningkatan hunian hotel ini juga didukung dengan tersedianya jalur penerbangan baru di sejumlah daerah,” jelas Yanti. Perkembangan sektor pariwisata juga didukung dengan perkembangan sektor ekonomi kreatif. Misalnya pengembangan bidang desain, dimana Kemenparekraf melalui direktorat terkait telah memberikan pelatihan terhadap bidang desain yang dilakukan di beberapa daerah, misalnya di Labuan Bajo dan lain-lain. Sementara itu, mengenai bidang musik dan film, Menparekraf menyatakan bahwa pihaknya akan terus memfasilitasi pengembangan industri kreatif seperti musik dan film, antara lain melalui pembinaan, dan fasilitasi bagi para seniman untuk bisa tampil di ajang-ajang kelas nasional maupun internasional. Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan Indonesia Performing Art Market yang diselenggarakan beberapa bulan lalu, melalui acara seperti itu, para seniman mendapat kesempatan pelatihan dan pembinaan dari pihak-pihak yang berkompeten. Hal-hal seperti inilah yang akan terus didorong dan didukung oleh Kemenparekraf. “Selain pengembangan tersebut, kami juga melakukan sejumlah pembinaan yang diberikan kepada pelaku kreatif, seperti yang kami lakukan dalam bidang fashion, melalui pembinaan Jakarta Fashion Week dan Indonesia Fashion Week. Selain pembinaan, kami juga memerlukan keberpihakan dari retail dan pengelola mall untuk memberikan ruang bagi karya para desainer dalam negeri,” jelas Menparekraf lagi. Mengenai pengembangan bidang kuliner, Menparekraf menyatakan bahwa promosi kuliner khususnya untuk kancah internasional harus dilakukan secara terus menerus. Berdasarkan hasil pengamatan, branding kuliner khas Thailand telah dilaksanakan selama 10 tahun sebelum akhirnya bisa diterima oleh masyarakat dunia. Maka, berkaca dari pengalaman tersebut, Menparekraf mengajak seluruh pihak terkait untuk terus mempromosikan kuliner khas Indonesia secara konsisten. Sumbangan paling besar ekonomi kreatif pada pariwisata adalah kuliner, kerajinan, juga fashion. "Jika pariwisata berkembang, ekonomi kreatif juga berkembang," tambah Mari. Kemenparekraf memfokuskan wisata minat khusus untuk pengembangan pariwisata di tahun 2014. Atraksi wisata digabungkan dengan olahraga, rekreasi juga kuliner. "Prioritas minat khusus kita fokus ke kuliner, olahraga, rekreasi, termasuk cruise dan juga golf, yacht, diving dan maraton," ujar Menparekraf Mari mengatakan, dirinya optimis dengan peningkatan kunjungan wisatawan di tahun 2014. Salah satunya dengan pertambahan penerbangan langsung ke berbagai daerah di Indonesia. "Pada tahun 2014 saya optimis karena peningkatan direct flight dan tentunya di beberapa tempat peningkatan infrastruktur baik airport maupun hotel juga ada perbaikan," tuturnya kepada para jurnalis yang mengikuti acara jumpa pers akhir tahun 2013. Secara garis besar, pencapaian kinerja Kemenparekraf tahun 2013 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tahun depan, Kemanprekraf akan terus meningkatkan pencapaian di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Salam Kreatif. (sumber : budpar.go.id)