Berita

Ekonomi Kreatif Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Selasa Legi, 16 Juli 2013 08:18 WIB 1210

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu memberikan paparan mengenai ekonomi kreatif pada Seminar Nasional "Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Reformasi Birokrasi, Inovasi Daerah dan Peningkatan Daya Saing Daerah" di Gedung Lembaga Administasi Negara, Jakarta Rabu 3 Juli 2013. "Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep yang menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi. Dalam hal ini, usaha kecil dan menengah masuk dalam ranah industri kreatif. Sehingga, bisa dikatakan sektor ini memaksimalkan potensi yang dimiliki masyarakat secara keseluruhan," jelas Menparekraf. Sektor ekonomi kreatif memiliki manfaat bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia, yakni pertambahan nilai suatu barang/jasa, dapat menciptakan lapangan kerja, memberi kontribusi bagi PDB nasional, memberi dampak sosial yang positif, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai budaya, meningkatkan inovasi. Seminar tersebut dihadiri oleh Guru Besar STIA-LAN, Mustopadidjaja ; Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Frans Salem ; Pengusaha Kwas Furniture Yogyakarta, Robertus Agung Prasetya ; Pengusaha Mayestik Buana Group, Muhammad Baedowy ; dan Perwakilan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah, Endi Jaweng. Peserta seminar berasal dari kalangan PNS yang didominasi PNS asal Jakarta, Yogyakarta, dan NTT. "Peran Pemerintah Daerah dalam membentuk ekosistem ekonomi kreatif sangat penting, terutama dalam hal menentukan produk yang akan dikedepankan untuk menjadi ciri khas daerahnya. Selain itu, juga diperlukan penggunaan teknologi, pengembangan akses, dan penguatan institusi agar pengembangannya berlangsung optimal. Hal yang tak kalah penting adalah pengadaan infrastruktur daerah yang memungkinkan terjadinya transportasi yang layak," lanjutnya lagi. Terkait dengan program tersebut, salah satu daerah yang akan memajukan perekonomian daerah melalui sektor ekonomi kreatif adalah NTT. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Frans Salem mengatakan bahwa NTT merupakan daerah berpenduduk miskin namun memiliki kekayaan pariwisata dan ekonomi kreatif yang bila dimaksimalkan dapat menjadi salah satu mata pencaharian penduduk. Pada kesemapatan itu, seorang pengusaha mesin pencacah sampah dari Mayestik Buana Group, Muhammad Baedowy juga membagikan pengalamannya dalam menjalankan usaha pencacahan sampah. "Saya mengalami pasang surut dalam menjalankan bisnis ini. Belajar dari pengalaman, saya memutuskan membuat mesin pencacah sampah sendiri. Ternyata, inilah titik balik untuk puncak kesuksesan saya saat ini," ceritanya. Menparekraf menyambut baik inisiatif Baedowy dalam menjalankan bisnis pencacahan sampah yang dinilai merupakan salah satu industri rumahan kreatif. "Inovasi yang dilakukan Baedowy dapat menjadi contoh bagi kita semua bahwa industri kreatif mengandalkan daya pikir manusia untuk berinovasi. Kami berpesan pada hadirin terutama anak muda untuk dapat menciptakan inovasi yang bermanfaat seperti ini," tutupnya. (Puskompublik - budpar.go.id)