Berita

FGD Penyusunan Peraturan Permuseuman

Senin Pahing, 28 Mei 2012 09:47 WIB 1211

Pada hari Kamis, 24 Mei 2012, pukul 08.30 diadakan kegiatan FGD Penyusunan Peraturan Permuseuman. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut bertempat di Hotel Museum Batik. Sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Prof. DR. Sumijati Atmosudiro (Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya UGM), Ir. Revianto Budi Santosa, M.Arch (Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik UII), dan Fahmi Prihantoro, SS., SH., MA (Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Budaya UGM). Sementara para undangan yang hadir adalah pengelola/pemilik Museum (Museum Tembi, Museum Gumuk Pasir, Museum Affandi, Museum Ullen Sentalu, Museum Pendidikan Indonesia) serta dari instansi yang terkait (Disbudpar Bantul, Disbudparpora Kulon Progo, Disbudpar Gunung Kidul, Disparbud Kota Yogyakarta, Biro Hukum Provinsi DIY, Dinas Kebudayaan Provinsi DIY). Kegiatan FGD ini dimaksudkan untuk menjaring aspirasi dari pemilik/pengelola museum tentang pengelolaan museum di Provinsi DIY. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan ide, saran, dan masukan dari pemilik/pengelola museum agar pengelolaan museum dapat berjalan dengan baik dan terarah. Untuk mengatur museum yang ada di Indonesia agar selaras dengan museum yang didefinisikan oleh ICOM (International Council of Museums), maka pemerintah membuat peraturan yang masih berupa Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Museum sebagai turunan dari UU RI No.11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Kemudian Pemerintah Provinsi DIY berencana untuk membuat Perda yang mengatur tentang museum. Topik dalam FGD adalah: Lingkup Museum, Kewenangan Pemerintah Daerah, Pengelolaan Museum dan SDM, Pengelolaan Koleksi, Dukungan Pemerintah (Kompensasi dan Insentif), Pelayanan dan Partisipasi Masyarakat. Dari berbagai usulan yang dikemukakan oleh para peserta FGD, maka masih perlu mengakomodasi berbagai hal, seperti sinergitas dunia pendidikan dengan permuseuman, peran CSR untuk museum, asosiasi profesi yang dapat mengeluarkan sertifikasi, pembuatan jenjang / kategori museum, mengkamodasi situasi dan kondisi museum angkatan. Pak Gunadi dari Museum Geospasial mengatakan bahwa museum merupakan bagian dari Lab. Geospasial Pesisir Parangtritis. Museum Geospasial atau yang sering disebut Museum Gumuk Pasir dikelola oleh Bakosurtanal, UGM (Fak.Geografi), Pemda DIY (Pemda Bantul). Menurut Pak Revi bentuk dukungan pemerintah yang beragam menyesuaikan situasi dan kondisi tersebut. Museum yang ada di Kabupaten Bantul: 1. Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala, Dusun Wonocatur, Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Bantul (0274-484453) 2. Museum Wayang Kekayon, Jalan Yogyakarta-Wonosari km 7 No.277, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul (0274-379058) 3. Museum Padepokan Sumber Karahayon, Dusun Tegal Jatimulyo, Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten bantul (08121596716) 4. Museum Purbakala Plered, Dusun Kedaton, Desa Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Bantul (Cp. Bp. Sukidi, 085228490014) 5. Museum Batik Ciptowening, Dusun Ketandan Tengah, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul ( 0274-6568279) 6. Museum Tani Jawa, Kampung Candran Dukuh Mandingan, Desa Kebon Agung, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul (0274-7865311/7892762) 7. Museum Geospasial, Kecamatan Kretek, kabupaten Bantul (0274-7101776) 8. Museum Rumah Budaya Tembi, Jl. Parangtritis Km 8,4, Dusun Tembi, Kelurahan Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul (0274-368000/368004)