Berita

MAKAM UNTUNG SURAPATI, TUMENGGUNG WIRAGUNA, dan RAy. RANTAMSARI

Rabu Pon, 9 Mei 2012 15:11 WIB 4571

Untung Surapati adalah pahlawan nasional yang lahir di Bali pada tahun 1660 dan meninggal di Bangil, Jawa Timur, 5 Desember 1706. Namun terdapat versi lain mengenai makam Untung Surapati, salah satunya yang ada di Bantul. Menurut cerita, nama asli beliau tidak diketahui, Untung adalah nama pemberian seorang perwira VOC yaitu Moor yang merasa karier dan kekayaannya meningkat setelah mempekerjakan anak tersebut (Untung Surapati). Sementara nama Surapati diperoleh dari Sultan Cirebon, ketika Untung akan mengantarkan istri dari Pangeran Purbaya ke Surakarta. Mereka melewati Cirebon, lalu bertengkar dengan putra Sultan Cirebon, Raden Surapati. Setelah diadili, Raden Surapati dinyatakan bersalah, sehingga nama tersebut kemudian diserahkan kepada Untung oleh Sultan Cirebon. Makam Untung Surapati terletak di Dusun Gunung Butak, Desa Caturharjo, Kecamataan Pandak, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi tersebut dapat dicapai melalui Jalan Bantul, ke selatan sampai perempatan Palbapang, kemudian ke arah Barat (menuju wilayah Srandakan). Setelah sampai di pertigaan Sapuangin, mengikuti ke arah selatan (arah Pantai Patehan-Srandakan). Setelah menjumpai sebuah jembatan di sisi selatan pintu air besar, mengikuti arah ke timur dan melewati jembatan tersebut. Gunung Butak terletak sekitar 200 meter dari jembatan tersebut. Mengapa makam Untung Surapati bisa ada di Bantul? Bapak Surakso Guno (Sumiran), juru kunci Makam yang tinggal di sebelah timur makam ini, menuturkan bahwa ketika itu Untung Surapati dikejar oleh Belanda, sampai ke Pandak (Gunung Butak) lalu meninggal di tempat tersebut. Nisan dari Untung Surapati tidak dicungkup seperti nisan-nisan tokoh penting pada umumnya. Nisan yang terbuat dari batu kali, berwarna hitam. Selain makam Untung Surapati, terdapat dua cungkup yang merupakan Makam RAy. Rantamsari dan Makam Tumenggung Wiraguna. Nisan Tumenggung Wiraguna dan Nisan RAy. Rantamsari ditutup kain putih. Namun, kondisi cungkup makam Tumenggung Wiraguna memprihatinkan, karena bagian atap rusak. Selain itu, pada bagian dalam cungkup juga kurang terawat, seperti dinding cungkup yang retak dan berjamur. Tumenggung Wiraguna adalah salah satu panglima perang Mataram yang terkenal pada masa pemerintahan Amangkurat I. Pada bagian depan pintu masuk Cungkup Makam Tumenggung Wiraguna, terdapat makam Tumenggung Selomanik yang menurut Bapak Surakso Guno, Tumenggung Selomanik adalah menantu Sultan Hamengku Buwana II. Makam ini juga menjadi satu kompleks dengan pemakaman umum Dusun Gunung Butak dengan luas keseluruhan makam kira-kira 1 hektar. Gerbang utama makam terletak di sisi barat-selatan kompleks makam.