Berita

Ekspose Taman Ingas dan Sosialisasi CHSE Bidang Parekraf

Kamis Pon, 18 Maret 2021 15:02 WIB 80

foto

Bantul (17/03/2021) pariwisata.bantulkab.go.id -

Taman Ingas Kaligawe, destinasi wisata baru yang berlokasi di Jl. Kwasen Rt 05, Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. Lokasi ini berjarak sekitar 18 km arah timur Kota Yogyakarta dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, yakni dari perempatan Pasar Kembangsari Srimartani belok ke kanan, lurus sampai ditemukan papan petunjuk menuju lokasi Taman Ingas Kaligawe. Para wisatawan bisa menikmati sensasi nongkrong sambil menikmati kuliner dengan suasana asri khas pinggir sungai.

Destinasi ini buka mulai dari pukul 08.00 hingga tutup pukul 21.00 WIB. Namun waktu yang paling cocok adalah sore menuju malam, karena wisatawan bisa menikmati sejuknya udara sore hari sembari dihiasi cahaya lampu pada malam harinya. Area yang cukup luas dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai, memungkinkan bagi para wisatawan untuk mengadakan kegiatan di tempat ini, namun tentunya dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Selanjutnya, Sosialisasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environmental Sustainability) ini juga sekaligus digelar dalam rangka menunjang kegiatan usaha wisata bagi para pelaku wisata Taman Ingas dan sekitarnya agar kegiatan pariwisata di tempat ini tetap berjalan sesuai protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Sebagaimana kita ketahui bahwa pandemi Covid-19 telah mengubah paradigma masyarakat, dimana faktor kesehatan, keamanan, dan keselamatan menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan atau tujuan wisata. Hal tersebut berarti bahwa pengembangan pariwisata harus memperhatikan dan membangun semua aspek pariwisata dan ekonomi kreatif menuju quality tourism. Quality tourism adalah paradigma baru di era pandemi, dimana majunya pariwisata tidak lagi diukur dari jumlah kunjungan yang banyak, namun diukur dari kualitas kunjungan dan pelayanan yang diberikan. Sehingga diharapkan, quality tourism ini berdampak kepada kita, membuat wisatawan menjadi lebih betah di destinasi, menjadikan staying lebih lama dan spending lebih banyak.

Untuk itu kami sangat berharap adanya kerja sama yang baik dari industri pariwisata, khususnya pengelola destinasi wisata, para wisatawan, media massa serta semua pihak untuk selalu berkomitmen dalam menerapkan serta mensosialisasikan adaptasi kebiasaan baru dengan memenuhi protokol kesehatan sehingga tidak muncul klaster sektor pariwisata di hotel/ penginapan, restoran, industri kreatif, Sarana MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition), penyelenggara event maupun atraksi wisata yang ditampilkan (ODS).

Dinpar Bantul